Teknik Irigasi Pada Tanaman Sayuran

Teknik Irigasi Pada Tanaman Sayuran
Teknik Irigasi Pada Tanaman Sayuran - Artikel kali ini kita akan membahas tentang irigasi/pengairan bagi tanaman. materi pokok yang akan kita bahas adalah sebgai berikut :Kebutuhan air bagi tanaman, pengairan, air tanah, fungsi air bagi tanaman, ketersediaan air tanah (titik layu permanen, air higroskopis, kapasitas lapang, dll), tanda-tanda kekurangan air pada tanah dan tanaman,  Akan tetapi kita akan pisah menjadi dua artikel diartikel selanjutnya yaitu kita akan bahas tentang pengukuran kelembaban tanah dengan tensiometer, perhitungan kebutuhan air untuk tanaman, teknik pemberian air. mari kita pelajari bersama

a.  Teknik Pengairan

Ada berbagai teknik teknik pengairan, seperti penyiraman air langsung ke tanaman dengan menggunakan gembor, penggunaan selang tetes, pengaliran air di antara bedengan tanaman dan sebagainya.

Silahkan Anda mencari informasi lebih detail tentang berbagai teknik pengairan tanaman, teknik mana yang paling sesuai untuk mengairi tanaman sayuran?, diskusikan dengan teman sekelas Anda. Selanjutnya pelajarilah materi berikut ini:

b.    Ketersediaan air tanah (titik layu permanen, air higroskopis, kapasitas lapang, dll)

Ketersediaan air akan mempengaruhi pertumbuhan dan perkembangan akar tanaman serta memperngaruhi hidup jasad renik dalam tanah. Struktur, porositas, kandungan bahan organik akan menentukan jumlah air di dalam tanah. Usaha pemberian air irigasi perlu memperhatikan kemampuan tanah dalam menyerap air. Air tersedia bagi tanaman merupakan air yang terdapat diantara kapasitas lapang dan titik layu permanen.  Tingkat  kelembababan  tanah  berpengaruh  pada ketersediaan air. Air yang tersedia bagi tanaman antara 15-20 atmosfer, yaitu antara kapasitas lapang dan titik layu permanen.

c.    Kebutuhan air bagi tanaman (KAT)

Kebutuhan air tanaman didefinisikan sebagai jumlah (kedalaman) air yang diperlukan untuk menggantikan air yang hilang melalui evapotranspirasi (ET). Jadi :

Kebutuhan air = ET tanaman

Kebutuhan air tanaman selalu merujuk pada satu tanaman yang tumbuh pada kondisi optimal,  yaitu;

  1. Tanaman yang seragam
  2. Sedang aktif tumbuh,
  3. Tajuknya menutupi tanah,
  4. Bebas hama penyakit, dan pada kondisi tanah yang baik (termasuk hara dan air). tanaman tersebut akan mampu mencapai potensi produksinya.

Faktor yang mempengaruhi kebutuhan air tanaman (KAT)

  1. Iklim : pada iklim kering dan panas tanaman akan memerlukan air harian lebih banyak dibandingkan pada iklim sejuk dan berawan.
  2. Jenis tanaman: tanaman jagung atau tebu akan memerlukan air yang lebih banyak dibandingkan sorgum dan kedele.
  3. Fase  pertumbuhan  tanaman: tanaman yang tumbuh penuh akan memerlukan air yang lebih banyak dibandingkan yang baru ditanam. Tanaman bayam yang masih muda (sampai minggu pertama setelah tanam) memerlukan air sebesar kurang lebih 4 mm/tanaman atau 4 l/m2  dalam sehari.

d.    Fungsi air bagi tanaman

Air memiliki fungsi sebagai berikut:

  • Daya pelarut unsur-unsur yang diambil oleh tanaman.
  • Mempertinggi reaktivitas persenyawaan yang sederhana/kompleks.
  • Berperan dalam proses fotosintesa dan transpirasi.
  • Sebagai alat transformasi nutrisi.
  • Penyangga tekanan di dalam sel yang penting dalam aktivitas sel tersebut.
  • Mengabsorbsi temperatur dengan baik/mengatur temperatur di dalam tanaman.
  • Menciptakan situasi temperatur yang konstan.

Air di dalam tanah dalam keadaan seimbang dengan di dalam tanaman. Masuk dan keluarnya air dari dalam tubuh tanaman ini sangat dipengaruhi oleh beberapa faktor ekologis.

e.    Tanda-tanda kekurangan air pada tanah dan tanaman

Air dibutuhkan tanaman pada berbagai fungsi yaitu (1) air merupakan bagian yang esensil bagi protoplasma dan membentuk 80-90% bobot segar jaringan yang tumbuh aktif, (2) air adalah pelarut, di dalamnya terdapat gas-gas, garam-garam, dan zat-zat terlarut lainnya, yang bergerak keluar masuk sel, dari organ ke organ dalam proses transpirasi, (3) air adalah pereaksi dalam fotosintesis dan pada berbagai proses hidrolisis, dan (4) air esensil untuk menjaga turgiditas, diantaranya dalam pembesaran sel, pembukaan stomata dan menyangga bentuk (morfologi) daun-daun muda atau struktur lainnya yang berlignin sedikit. Air juga berpengaruh penting pada sifat fisik tanah. Kandungan air dalam tanah sangat berpengaruh pada konsistensi tanah, dan kesesuaian tanah untuk diolah. Begitu pula variasi kandungan air mempengaruhi daya dukung tanah.

Sistem yang menggambarkan tingkah laku air dan pergerakan air dalam tanah dan tubuh tanaman didasarkan atas suatu hubungan energi potensial. Air mempunyai kapasitas untuk melakukan kerja, yaitu akan bergerak dari daerah dengan energi potensial tinggi ke daerah dengan energi potensial rendah.

Perakaran tanaman tumbuh ke arah yang lembap dan menarik air sampai tercapai potensial air kritis dalam tanah. Air yang diserap dari tanah oleh akar tanaman disebut air yang tersedia. Air tersedia merupakan perbedaan antara jumlah air dalam tanah pada kapasitas lapang (air yang tetap tersimpan dalam tanah  yang  tidak  mengalir ke bawah karena gaya gravitasi) dan jumlah air dalam tanah pada persentase perlayuan permanen (pada persentase kelembapan tanah ini tanaman  akan  layu dan tidak segar kembali  dalam atmosfer dengan kelembapan relatif 100%. Air tersedia berbentuk larutan, yang mengandung berbagai unsur hara yang diperlukan oleh tanaman misalnya N, K, Ca, Mg, dan S.

Secara umum kapasitas lapang terjadi pada tekanan potensial tanah berkisar -10 KPa atau -0,1 bar (tekstur tanah kasar) dan -20 KPa atau - 0,2 bar untuk tekstur tanah sedang dan halus. Makin tinggi kandungan liat makin tinggi pula kandungan air tanah pada kapasitas lapang. Keberadaan air dalam tanah tergantung pada iklim yang ditekankan pada curah hujan. Kebutuhan air dapat dipenuhi oleh air hujan alami atau  hujan buatan maupun air pengairan. Kebutuhan air total bagi pertumbuhan tanaman secara umum berkisar dari 500–700 mm selama satu musim. Pertumbuhan vegetatif dan reproduktif menunjukkan tanggap yang jelas akan air. Namun, air yang banyak dalam tanah akan mengurangi kadar oksigen dalam tanah apabila seluruh pipa kapiler tanah terpenuhi oleh air . Oleh sebab itu, adanya air dalam tanah belum tentu menjamin pertumbuhan tanaman yang baik, sebab bila air berlebihan, tanah tidak mengandung udara lagi. Padahal udara dalam tanah juga sangat diperlukan oleh tanaman. Akibatnya pertumbuhan tanaman menjadi terganggu.


Air yang ada di dalam tanah dapat berkurang karena adanya penguapan, perkolasi, atau diserap oleh tanaman. Apabila dalam jangka waktu tertentu tidak ada penambahan air oleh hujan atau oleh irigasi maka tanah akan mengering dan tanaman akan segera memperlihatkan pengaruhnya terhadap kekeringan tersebut. Mula-mula tanaman akan layu pada siang hari dan segar kembali pada malam hari. Tetapi lama kelamaan tanaman akan tetap layu baik siang maupun malam hari, bila tidak segera disiram .

Air dalam tanaman berada dalam suatu keadaan aliran sinambung (kontinyu). Kehilangan air mengakibatkan terhentinya pertambahan berat kering tanaman dan kekurangan air yang terus menerus menyebabkan perubahan-perubahan dalam tanaman yang tidak dapat balik dan mengakibatkan kematian. Hal ini terjadi sangat cepat dalam keadaan panas dan kering untuk tanaman-tanaman yang strukturnya tidak sesuai untuk mencegah kehilangan air (Hardjadi, 1993). Untuk mengatasi hal tersebut, diperlukan pengairan yaitu pemberian air secara sengaja dan teratur pada sebidang lahan tanaman.

Tujuan pengairan ialah menyediakan air untuk pertumbuhan tanaman. Umumnya pemberian air disesuaikan dengan periode kritis tanaman. Kebutuhan air bagi pengairan dapat ditentukan oleh adanya penghitungan kelembaban air tanah dan air yang tersedia, serta penghitungan tingkat ketersediaan air (oleh data meteorologi). Pengairan akan efektif apabila diberikan sebelum kelembaban tanah dapat menghambat pertumbuhan tanaman. Jelasnya air diberikan pada 60% dari air yang tersedia artinya 60% kadar air diantara kapasitas lapang dan titik layu permanen.

Pengurangan hasil akibat kekurangan air telah lama diteliti oleh para peneliti di bidang agronomi. Untuk hasil panen biji, ketepatan waktu kekurangan air itu sama pentingnya dengan tingkat kekurangan tersebut. Dimana spesies tertentu seperti hasil panen, apabila mengalami kekurangan air yang hebat selama 4 hari pada tingkatan tertentu dari daur reproduktif dan dua minggu berikutnya merupakan periode paling peka terhadap kekurangan air. Komponen hasil yang menunjukkan penurunan paling drastis adalah jumlah biji per tongkol.

Ketersediaan air dalam tanah akan mempengaruhi besarnya potensial air dalam daun. Berkurangnya potensial air dalam daun menurunkan laju fotosintesis. Hal ini berhubungan dengan kombinasi beberapa proses seperti : (1) penutupan stomata secara hidroaktif akan mengurangi suplai CO2, (2) dehidrasi kutikula, dinding epidermis, dan membran sel, sehingga mengurangi aviditas dan permeabilitasnya terhadap CO2, (3) bertambahnya tahanan sel mesofil daun terhadap pertukaran gas, dan (4) menurunnya efisiensi fotosintesis. Hal ini berhubungan dengan proses biokimia, aktivitas enzim dalam sitoplasma, dimana fotosintesis merupakan proses hidrolisis yang memerlukan air.

demikian penjabaran tentang hubungan tanah, air dan tanaman di bidang pertanian . semoga dapat bermanfaat bagi temen2 yang mebacanya

sumber (budidaya tanaman sayura, BSE kurikulum 2013). 

No comments for "Teknik Irigasi Pada Tanaman Sayuran "