Pemeliharaan Kesuburan Tanah

pemupukan durian
Pada artikel kali ini kita akan membahas bagian yang menjelaskan tentang pemeliharaan kesuburan tanah yang dibutuhkan oleh tanaman. ada banyak hal yang harus kita perhatikan ketia kita berbicara kesuburan tanah dan pemeliharaan kesuburan tanah. akan tetapi diatrikel ini, secara garis besar kita akan membahas secara garis besar saja. pembahasan terperinci akan kita bahas pada artikel selanjutnya.



A.  Kondisi kesuburan tanah

Tanah yang subur adalah suatu keadaan tanah dimana tata air, udara dan unsur hara dalam keadaan cukup seimbang dan tersedia sesuai kebutuhan tanaman, baik fisik, kimia dan biologi tanah

Tanah merupakan faktor terpenting untuk tumbuhnya tanaman dalam suatu  sistem pertanaman.Pertumbuhan suatu tanaman dipengaruhi oleh beberapa faktor, salah satunya ialah tersedianya unsur hara, baik unsur hara makro  maupun unsur hara mikro. Tanah sebagai media tumbuh tanaman berfungsi pula sebagai pemasok unsur hara, dan tanah secara alami memiliki tingkat ketahanan yang sangat beragam sebagai media tumbuh tanaman.

Tanaman memerlukan makanan yang sering disebut hara tanaman (plant nutrient) untuk memenuhi siklus hudupnya. Apabila suatu tanaman kekurangan suatu unsur hara, maka akan menampakkan gejala pada suatu organ tertentu yang spesifik yang biasa disebut gejala kekahatan. Unsur hara yang diperlukan tanaman tidak seluruhnya dapat dipenuhi dari dalam tanah. Oleh karena itu perlu penambahan dari luar, biasanya dalam bentuk pupuk. Pupuk adalah bahan yang diberikan kedalam tanah atau tanaman untuk memenuhi kebutuhan unsur hara bagi tanaman dan dapat berfungsi untuk memperbaiki sifat fisika, kimia dan atau biologi tanah.

Kesuburan tanah ditentukan oleh keadaan fisika, kimia dan biologi tanah. Keadaan fisika tanah meliputi kedalaman efektif, tekstur, struktur, kelembaban  dan  tata  udara  tanah. Keadaan kimia tanah meliputi reaksi tanah (pH tanah), KTK, kejenuhan basa, bahan o rganik, banyaknya unsur hara, cadangan unsur hara dan ketersediaan terhadap pertumbuhan tanaman. Sedangkan biologi tanah antara lain meliputi aktivitas mikrobia perombak bahan organik dalam proses humifikasi dan pengikatan nitrogen udara. Evaluasi kesuburan tanah dapat dilakukan melalui beberapa cara, yaitu:

  1. Identifikasi tanda-tanda kekurangan pada tanaman yang sedang tumbuh : Petunjuk tentang tanda-tanda kekurangan unsur hara pada tanaman akan di uraiakan pada bab berikutnya dan dapat di jadikan pegangan. Suatu hal yang harus di ingat, dalam menetapkan tanda - tanda kekurngan unsur hara hendaknya di bedakan dengan tanda -tanda serangan hama dan penyakit tanaman. Bila gejala -gejala yang nyata sudah jelas terlihat, untuk memastikannya yakni dengan mengadakan analisa tanah dan tanaman serta percobaan pemupukan.
  2. Analisa Tanah : Analisa tanah merupakan bagian kegiatan dalam mengidentifikasi kesuburan tanah hal ini bertujuan untuk menentukan jenis dan jumlah pupuk yang ada ditanah dan sekaligus merekomendasi unsur hara yang di berikan pada lahan pertanian agar dapat memenuhi kebutuhan tanaman. Apabila disekolah mempunyai “kit analisa tanah” peserta  didik bisa  melakukan sendiri analisa tanahnya sebaliknya kalau tidak ada, kita bisa meminta bantuan Dinas Pertanian setempat, Perguruan Tinggi yang ada atau Balai Penelitian Tanah, dengan mengirimkan contoh tanah yang akan di analisa.
  3. Analisa tanaman : Analisa tanaman dilakukan secara kimiawi yang meliputi  analisa serapan hara makro primer (N, P dan K) dan uji vegetatif tanaman dengan melihat pertumbuhan tanaman/bagian tanaman lainnya di laboratorium. Dengan metoda ini dapat di tentukan sejumlah unsur hara yang diperlukan dengan tingkat ketelitian yang cukup tinggi.
  4. Percobaan : Cara ini merupakan yang terbaik karena dapat dikatahui secara  pasti pupuk apa dan berapa jumlahnya yang di perlukan oleh tanaman pada lahan tertentu. Percobaan ini dapat dilakukan dengan cara sederhana.dapat juga dilakukan dengan suatu rangcangan percobaan yang teliti.
  5. Perhitungan kebutuhan pupuk yang digunakan sebagai berikut:

    • Jumlah pupuk Yang dipakai  
    • Kebutuhan Tanaman    
    • Jumlah pupuk Yang hilang    
    • Zat  makanan Yang tersedia di dalam tanah

 

B. Topografi lahan

Topografi adalah keadaan muka bumi pd suatu kawasan atau daerah, suatu kawasan atau daearah yang berhungan dengan pertanian yaitu kelas kemampuan lahan dalam hal ini penggunaan lahan. Penggunaan lahan untuk berbagai kelas  kemampuan lahan tentu berbeda satu sama lain. Sistem pertanian yang intensif dimana tanaman sangat respon terhadap pemupukan akan menghasilkan produksi yang optimal, tetapi tidak dipikirkan  bahwa dampak dari penggunaan pupuk yang   terus menerus terutama pupuk anorganik menyebabkan kemampuan lahan menjadi turun.

Berdasarkan kelas kemampuan lahan dikelompokkan beberapa kelas tidak semua kelas bisa dilakukan agribisnis  tanaman buah semusim, yang paling ideal adalah kelas satu karena mempunyai kombinasi sifat -sifat dan kualitas yang relatif baik antara lain;

  1. Terletak pada topografi hamper datar
  2. Ancaman erosi kecil
  3. Mempunyai kedalam efektif (tanah yang mengandung unsur hara) yang dalam
  4. Umum nya berdrainase baik
  5. Mudah diolah
  6. Kapasitas menahan air baik
  7. Subur atau peka terhadap pemupukan
  8. Tidak terancam banjir
  9. Dibawah iklim setempat yang sesuai bagi pertumbuhan tanaman umunya

 

C.  Mengidentifikasi Defisieansi Unsur Hara

Pemupukan yang tepat dan benar  akan mempercepat dan memperkuat tanaman, menambah daya tahan tanaman terhadap hama dan penyakit tertentu, meningkatkan  kualitas dan kuantitas hasil pertanian. Tanaman tidak ubahnya seperti manusia yang jika tidak mendapat cukup makanan akan menjadi lapar dan pertumbuhannya menjadi kurang baik.  Demikian juga halnya tanaman,sebaiknya adanya kondisi yang memenuhi persyaratan tumbuhnya tanaman agar dapat berkembang lebih baik.  Salah satu hal yang memepengaruhi kondisi tersebut adalah keadaan unsur hara, untuk itulah kita harus mengetahui unsur hara yang di butuhkan tanaman dan kegunaannya.

Ada enam belas (16) unsur hara yang di butuhkan tanaman yang di peroleh dari udara, air, tanah, dan garam-garam mineral atau bahan organik. Unsur Carbon (C), Hidrogen (H), dan Oksigen (O), di ambil tanaman dari udara, Sedangkan Unsur Nitrogen (N), Fospor (P), dan Kalium (K), Kalsium (Ca), Magnesium (mg), Sulfur (S), Besi (Fe), Mangan(Mn), Seng (Zn),  Tembaga  (Cu), Boron(B), Molibdenum (Mo), Klorin (Cl), diambil dari dalam tanah.

D.  Menentukan Bahan Memeliharaan Kesuburan Tanah

Dalam pengertian kehidupan sehari-hari pupuk adalah bahan yang di gunakan untuk memelihara   kesuburan tanah  sedangkan  pemupukan adalah penambahan bahan ketanah agar tanah menjadi subur. Pemupukan di artikan sebagai penambahan zat hara atau bahan  tanaman kedalam tanah.

Namun respon tanaman terhadap pemberian pupuk akan meningkat bila mengunakan  jenis  pupuk, dosis, waktu, dan cara pemberian yang tepat. Pemupukan  pada  tanaman  bertujuan  untuk  memelihara  dan memeperbaiki kesuburan tanah baik secara langsung maupun tidak langsung dapat menyumbangkan bahan makanan pada tanaman. Pemupukan juga akan memperbaiki PH tanah dan lingkungan.

Selama perkembangan dan pertumbuhannya dari mulai berkecambah sampai  menghasilkan  buah  dan bagian yang lainya  yang bisa  di panen tanaman membutuhkan unsur hara atau makanan.

Pemupukan pada tanaman dapat dikatakan berhasil baik bila kita mengetahui unsur hara apa yang kurang tersedia dalam tanah atau unsur hara apa yang di butuhkan oleh tanaman.  Gejala kekurangan unsur hara dapat di lihat dengan tidak normalnya pertumbuhan dan perkembangan tanaman. Disamping mengetahui unsur hara apa yang kurang, Perlu juga di  ketahui jumlah yang benar-benar efektif. Kebutuhan tanaman akan pupuk di tentukan oleh keadaan iklim, umur, dan jenis pupuk yang digunakan.

E.  Perhitungan Kebutuhan Pupuk

Untuk menentukan kebutuhan pupuk perlu memperhatikan beberapa hal antara lain :
  • Jenis tanaman : Masing-masing tanaman membutuhkan unsur hara yang berbeda dalam jenis dan jumlah, untuk dapat tumbuh subur dan menghasilkan.
  • Kesuburan  tanah: Masing-masing tanah mempunyai nilai kesuburan yang berbeda.   
  • Jenis pupuk : Kandungan unsur hara masing -masing jenis pupukberbeda.   
  • Faktor Ekonomis : Pemberian pupuk di harapkan akan menaikan hasil tanaman, namun  tidak berarti semakin banyak ke tungan yang di peroleh.
Semoga artikel ini bermanfaat untuk pembaca. artikel terperinci akan saya pecah menjadi beberapa artikel agar pemjelasanya semakin mudah dipahami. 

TERIMAKASIH SUDAH MEMBACA ARTIKEL INI

No comments for "Pemeliharaan Kesuburan Tanah"