Cara mengukur kelembaban tanah dengan tensiometer

Cara  menggunakan  alat  tensiometer  


Cara  menggunakan  alat  tensiometer  adalah  dengan  memasukan ujung keramik tensiometer kedalam tanah yang akar diukur kelembabannya. Pada tanah yang kering air didalam tabung akan turun yang menyebabkan tegangan yang dapat terukur/terbaca pada pengukur tegangan/tekanan.Terbacanya ukuran tegangan pada tensiometer bermanfaat untuk menentukan langkah selanjutnya tindakan apa yang perlu dilakukan setelah mengetahui gambaran kelembaban tanah/kandungan air tanah (Baca buku petunjuk pengoperasian alat tensiometer tanah). Skala Pembacaan secara umum menunjukan gambaran sbb :

  • (0-10)   Centibar : Tanah jenuh air dan tidak cukup udara
  • (10-25) Centibar : Kondisi ideal untuk tanaman
  • (25-35) Centibar : Perlu perhatian ,pada tanah pasir mulai diairi
  • (35-40) Centibar  : Harus diperhatikan untuk  mengairi (Pada tanah berat)
  • > 40 Centibar  : Tanaman akan Layu .


Perhitungan kebutuhan air untuk tanaman


1)  Penentuan  kebutuhan  air  dengan  pertimbangan  evaporasi   dan transpirasi.

Pertumbuhan tanaman dipengaruhi oleh evaporasi dan evapotranspirasi yang berada di sekeliling tanaman sehingga akan mempengaruhi pertumbuhan dan produksinya. Evaporasi adalah proses keluarnya/menguapnya uap air yang ada di dalam tanah ke udara bebas dan transpirasi adalah proses hilangnya uap air dari dalam tanaman ke udara bebas, sedangkan evapotranspirasi adalah proses hilangnya uap air baik dari dalam tanah maupun dari tanaman ke udara bebas. Kedua proses  tersebut  sangat  dipengaruhi  oleh  keadaan  cuaca  yang  ada di udara bebas. Faktor-faktor cuaca yang mempengaruhinya adalah radiasi matahari, suhu, kelembaban dan faktor angin.

Semakin meningkatnya faktor radiasi matahari maka semakin meningkat pula evaporasi dan evapotranspirasi, sehingga tanaman akan banyak kehilangan air dari dalam tubuhnya. Suhu yang tinggi akan meningkatkan evaporasi dan evapotranspirasi. Demikian juga dengan pengaruh kelembaban udara, semakin kering udara di sekitar tanaman maka evapotranspirasi akan semakin meningkat. Pengaruh angin berperan jika angin yang bergerak akan membawa uap air di sekitar tanaman sehingga udara di sekitar tanaman menjadi kering dan evapotranspirasi menjadi tinggi. Oleh karena itu dalam menghitung kebutuhan air bagi tanaman disamping  mempertimbangkan  berapa  jumlah  air  yang  diperlukan tanaman juga mempertimbangkan pengaruh evaporasi dan evapotranspirasi yang terjadi di areal pertanaman sehingga pemberian air dapat optimal yang diberikan pada tanaman.


2)  Frekuensi pengairan dianalisis berdasarkan kebutuhan dan evapotranspirasi.

Frekuensi pengairan harus mempertimbangkan evapotranspirasi yang terjadi di sekitar areal pertanaman sehingga pemberian air bagi tanaman akan mencapai optimal. Oleh karena evapotranspirasi dipengaruhi radiasi matahari, suhu, kelembaban dan angin, maka faktor-faktor tersebut harus dipertimbangkan dalam bentuk cuaca harian di sekitar pertanaman sehingga dikenal radiasi matahari harian, suhu harian dan keadaan angin harian dan pengaruhnya terhadap evapotranspirasi sehingga dapat dihitung besarnya evapotranspirasi yang terjadi, dengan demikian  dapat  ditambahkan  dengan  besarnya  kebutuhan  air  yang harus diberikan pada tanaman.


No comments for "Cara mengukur kelembaban tanah dengan tensiometer"