Penanaman Bibit Tanaman Sayuran

Tanaman sayuran merupaan tanaman yang berfungsi sebagai makanan pendamping makanan pokok. banyak jenis tanaman sayuran dan kelompokan berdasarkan bagian tanaman yang di makan, yaitu:

    1. Sayuran buah
    2. Sayuran daun
    3. Sayuran batang/tunas
    4. Sayuran umbi
    5. Sayuran bunga
    6. Sayuran polong

 

diartikel ini kita akan bahas semua jenis tanaman sayuran yang biasa dibudidayakan oleh para petani dan hal apa saja yang harus diperhatikan ketia kita akan menanam tanaman sayuran.

A.    Mengamati bibit siap tanam

Bibit merupakan hasil perkembang biakan tanaman secara generatif atau vegetatif, yang ditanam dalam system penanaman tidak langsung (indirect planting). Bibit tanaman sayuran umumnya hasil dari perkembang-biakan tanaman secara generatif melalui benih pada suatu media persemaian.

Contohnya penanaman bayam dapat dilakukan dengan tiga cara, yaitu menyebar biji langsung pada bedengan, menyebar langsung pada larikan/barisan, dan melalui persemaian lebih dahulu.

  1. Cara disebar langsung biasanya digunakan untuk penanaman bayam cabut. Biji disebar langsung secara merata di atas permukaan bedengan kemudian ditutup tipis dengan tanah kurang lebih 1 – 2 cm).
  2. Biji dapat juga disebarkan pada larikan/barisan dengan jarak antar barisan 10 – 15 cm, kemudian ditutup kembali dengan lapisan tipis tanah.
  3. Persemaian umumnya digunakan untuk penanaman bayam petik. Benih disemai, kemudian setelah tumbuh (kurang dari 10 hari), bibit dibumbun dan dipelihara selama kurang lebih 3 minggu sampai siap dipindah ke lapangan. Jarak tanam pada sistem ini adalah 50 cm x 30 cm.

cara ini tidak hanya bayam saja. melainkan tanaman yang memiliki biji yang kecil dapat digunakan cara-cara tersebut.


B.    Jarak tanam

berikut merupakan contoh jarak tanam dari berbagai jenis tanaman sayuran, antara lain

Jarak tanam sawi dalam bedengan 40 x 40 cm , 30 x 30 dan 20 x 20 cm, semakin subur tanah jarak tanam semakin lebar/panjang.Bawang daun jarak tanam yang digunakan 20 cm x 25 cm, 25 cm x 25 cm atau 20 cm x 30 cm.

Stek–stek kangkung air ditanam pada lumpur kolam atau sawah yang dangkal dengan jarak tanam 25 cm x 25 cm atau 30 cm x 30 cm. Kangkung darat jarak 20 cm antar barisan dan 20 cm antara tanaman. Jarak tanam selada keriting sebesar 10 x 15 cm.

 

c.     Lubang tanam

 Pilihlah  bibit  sawi  yang  baik,  pindahkan  bibit  dengan  hati-hati,  lalu membuat lubang dengan ukuran 4 – 8 x 6 – 10 cm  lubang tanamn ini disesuaikan dengan ukuran bibit yang akan ditanam. dan lubang tanam ini mengengikuti jarak tanam. untk membuat lubang taman kita harus seragam. misal lubang tanam dibuat pada sebelah selatan ajir maka semua harus disebelah selatan. usahakan ketika membuat lubang tanam ajir jangan dicabut, hal ini untuk mengantisipasi pergeseranlubang tanam.

 

D.    Kriteria bibit siap tanam

Sebelum melakukan penanaman perlu dilakukan pemilihan bibit terlebih dahulu untuk mendapatkan tanaman dapat tumbuh baik dan seragam di lahan. Adapun syarat bibit yang baik dan siap dipindahkan antara lain :

 

•     Pertumbuhannya sehat

•     Calon batangnya lurus, tidak patah

•     Berdaun antara 3 – 5 helai

•     Struktur perakarannya baik

•     Umurnya tepat.

 

E.   Pelaksanaan penanaman tanaman sayuran

Tingkat keberhasilan bibit yang tumbuh dan berkembang di lahan harus melalui cara penanaman bibit yang baik dan benar.

Waktu pemindahan bibit sebelum ditanam sebaiknya disiram air terlebih dahulu Untuk mengurangi kerusakan akar pada bibit. Selanjutnya bibit beserta media tumbuhnya dilepas dari pot/polibagnya dengan cara calon batang bibit dijepit diantara jari telunjuk dan jari tengah kemudian posisi bibit dibalik secara hati-hati dan pot dilepas atau polibag dipotong bagian dasarnya secara horizontal maka bibit akan menggelincir tanam dengan sendirinya atau polibag dirobek secara hati- hati hingga bibit dan media terlepas dari polibagnya dan diusahakan media tumbuh tidak pecah dan berhamburan.

Bibit ditanam setinggi leher akar tanaman pada lubang tanam. Kemudian celah-celah lubang tanam yang tersisa ditutup dengan tanah sambil ditekan condong ke arah akar, sehingga akar dapat berhubungan langsung dengan tanah urukan. Agar tanah disekitar akar tanaman menjadi kompak atau menyatu, sebaiknya media tanam segera disiram air setelah selesai penanaman.

Waktu penanaman bibit sebaiknya dilakukan pada sore hari guna menghindari tanaman menjadi layu karena sengatan terik matahari.

Apabila pada waktu menanam kondisinya panas sekali, maka dianjurkan sesudah bibit ditanam sebaiknya  diberi pelindung dari sinar matahari langsung   dengan menggunakan bahan pelepah batang pisang sampai bibit mampu beradaptasi dengan sinar matahari.

Bibit  sawi yang telah  berumur  12 hari setelah  semai  diangkut  ke lapangan. Selanjutnya  bibit ditanam dalam lubang tanam yang telah disediakan.

Pada pertanaman  kangkung air, pemberian pupuk kandang jarang dilakukan. Pupuk buatan berupa 50–100 kg N/ha diberikan setelah tanaman tumbuh. Pemberian pupuk N juga diberikan setelah panen. Biji  kangkung   darat   ditanam   pada   tanah   tegalan   yang   telah dipersiapkan.  Tanah tegalan tersebut dicangkul sedalam 30 cm, dan diberi pupuk kandang kuda atau domba sebanyak 1 kg/m2  atau 10 ton/ha.     Setelah    tanah    diratakan     kemudian     dibuat    bedengan pertanaman  dengan  lebar 60 cm atau 1 m. Pada bedengan-bedengan tersebut  dibuat  lubang-lubang   tanam  dengan  jarak  20  cm  antar barisan dan 20 cm antara  tanaman.  Tiap lubang  diberi  2 –7 biji Kangkung.   Sistem  penanaman  dilakukan  dengan  zig-zag  atau sitem garitan (baris).

Setelah lahan siap pindahkan bibit Selada keriting dari tempat penyemaian. Dalam memindahkan tanaman, sebaiknya angkat dengan tanah yang menyangga zona perakaran. Penanaman dilakukan dengan cara ditugal atau dilubangi dengan tangan saja. Besar dan dalam lubang tanam disesuaikan dengan perakaran bibit selada keriting yang akan dipindahkan. Tanaman katuk umumnya diperbanyak secara vegetatif dengan stek batang atau cabang. Dalam satu hektar dibutuhkan sekitar 400.000 stek. Stek katuk ditancapkan dalam lubang tanam secara tegak sedalam 5–10 cm kemudian tanah disiram sampai lembab.

Penanaman  dilakukan  dengan  cara  membuat  lubang  tanam  kecil dan  bibit atau tunas anakan  ditanam  dengan  posisi tegak lurus dan ditimbun  dengan  tanah  kembali  dan disiram.   Penyiangan  terhadap gulma dapat dilakukan bersamaan dengan pendangiran untuk menggemburkan tanah yang mungkin mengalami pemadatan. Selain itu diperlukan penimbunan pada pangkal batang. Langkah ini diperlukan   untuk  mendapatkan   warna  putih  pada  batang  semu bawang  daun.  Bawang  daun  berkualitas  mempunyai  batang  semu yang berwarna putih dengan panjang kurang lebih 1/3 keseluruhan tanaman.  Batang semu yang berwarna  putih rasanya  lebih enak sedangkan  yang berwarna hijau lebih liat sehingga kurang disukai. Penimbunan  batang sebaiknya  dilakukan  secara bertahap  untuk menghindari pembusukan batang dan daun terutama saat tanaman masih muda.

Cara penanaman sayuran daun, sebagai contoh penanaman kangkung darat adalah; biji dengan ukuran diameter 3 mm, disebar dalam baris- baris berjarak 15 cm dengan jarak kira-kira 5 cm antara masing-masing biji. Kultivar yang berbiji dapat tahan tanah lembab dan tumbuh baik dalam musim hujan. Penanaman selada secara langsung dilakukan dengan cara benih ditabur dalam garitan yang telah ditentukan. Jika melalui persemaian, bibit ditanam dengan jarak tanam seperti tersebut di atas, sehingga dalam satu bedengan dapat memuat 4 baris tanaman.

Teknik menanam bayam cabut ada 2 cara, yakni secara langsung maupun tidak langsung. Cara menanam dengan langsung lebih sederhana, yakni kita tinggal menebar bibit bayam di atas lahan dan menutupnya dengan lapisan tanah yang cukup tipis. Sedangkan untuk cara menanam yang tidak langsung, berarti kita harus menumbuhkan dulu bibit-bibit tersebut baru kemudian menanamnya kembali secara rapi di atas lahan yang telah kita persiapkan.



No comments for "Penanaman Bibit Tanaman Sayuran"